Pacar vs. Mantan

“engkau seperti kekasihku yang dulu” Seperti Kekasihku – Padi

Dalam kesempatan kali ini gw mo ngomongin tentang pacaran…iya, PACARAN…sesuatu yang udah cukup lama tidak gw tekuni. Tapi ga Cuma sekedar pacaran, gw mo sharing pacaran dan mantan serta korelasi dari 2 kata tersebut. Bukan pacaran DENGAN mantan ya…itu sih Momo. *diketok*

Quote/lirik diatas merupakan sesuatu yang mutlak dan benar adanya, whether we like it or not. Ketika kita sudah melewati masa jomblo dan memiliki seorang kekasih baru yang kita sayang dan rindukan setiap saat (lebay) pastilah masih ada ‘hantu’ yang terkadang membayangi otak kita, dia adalah…SANG MANTAN (jeng-jeng)

Tak dapat dipungkiri lagi seorang mantan adalah orang yang cukup mempengaruhi kita dalam memilih pacar baru, kenapa demikian? Karena seorang mantan telah menentukan standarisasi orang yang bisa/cocok kita jadikan pasangan, kalo soal putus biasanya faktor eksternal bukan dari pribadi kita masing2 kecuali kalo udah parah banget kayak abusive gitu.

Terkadang standar kita berubah atau bahkan naik ketika kita putus dari seseorang, iyalah, kita juga maunya yang baru nanti untuk lebih baik lagi dari yang lalu. Jadi jangalah merasa aneh ketika (meski sudah lama) kita dekat lagi dengan orang baru, secara tidak sadar kita akan membanding-bandingkan dia dengan mantan terbaik kita.

“si A suka gandeng gw, kok ini si B malah lempeng2 aja sih?”

“si A ga suka dugem, kok ini si B doyannya goyang di lantai dansa tiap malem?”

Setiap ada kelakuan dari pacar kita yang buat kita bertanya-tanya pasti disangkutpautkan lagi dengan mantan terdahulu. Itu hal yang wajar sih, yang ga wajar itu kalo ngebandingin terus2an…kesel juga.

Sampai kapan sih kita akan berhenti membanding2kan pacar dengan mantan? Sampai kita sudah menerima segala kelebihan maupun kekurangan sang pacar, ketika kita sudah mengerti bahwa masing2 orang itu berbeda sifat dan sikapnya.

“kalo gw sih pacaran itu harus bisa nerima apa adanya”, oooh…tidak bisaaa, lo klo pacaran nerima apa adanya itu sama aja kayak pasrah, “ya udah deh…daripada ga ada.” Ga akan lama umur pacaran lo. Menurut gw pacaran itu nerima ada apanya, ada apanya? Iya, ada apa dengan orang yang saya jadikan pacar sekarang? Pasti ada sesuatu di diri orang itu yang membuat kita tertarik jadi suka nantinya cinta. Di pacar kita ada hal2 yang bisa mengisi segala kekurangan kita begitu juga sebaliknya. Pacar kita bisa menjadi penyeimbang dalam kehidupan kita, yin dan yang kalo kata suhu Aceng mah.

Susah ga sih lepas dari bayang2 mantan? Susah kalo kita sendiri yang bikin susah, susah kalo sang mantan merupakan orang terbaik yang pernah hadir dalam kehidupan kita dan apabila ada orang yang bisa jadian lagi…ada kemungkinan pacar barunya itu sebgai pelarian, NAH…ini nih penyakit yang suka tiba2 timbul, pelarian. Karena kita terbiasa dengan kehadiran seseorang di sisi kita, ketika kita dihadapi dengan situasi ga ada orang yg bisa dijadikan sandaran, begitu ada yang ngedeketin disambut dengan riang. Riang bukan karena suka atau cinta, riang ternyata ada orang yang bisa dijadiin sandaran…that’s it! Mau lo Cuma dijadiin sofa?

Tenangkan diri, hapus semua kenangan mantan yang ada di otak kita, yang baik maupun buruk. Setelah itu baru deh kita bertualang untuk mencari cinta baru. Ketika kita mendapatkan pacar baru kita sudah refresh, udah di format ulang kalo komputer mah. Kalo mantan masih nyangkut di otak itu artinya si mantan Cuma di uninstall aja, masih ada sisa2 registry dia yang nemplok di harddisk (otak) kita.

Satu yang harus kita ingat, MANTAN itu masa lalu kita dan PACAR itu (insyaAllah) masa depan kita, jadi masa lalu hanyalah sebuah pembelajaran, hentikan meratapi dan menyesali masa lalu. Kalo menyesal kenapa juga putus? Sukur2 bisa balik lagi tapi kalo dah ga bisa? Bisa2 ga move on and kacau beliaulah hidup lo. Pacar adalah asset masa depan kita, belajar hargai dia, sayangi dia seperti kita sayang diri kita sendiri. The past was beautiful while it last and the future is beautiful everlasting.

Advertisements

6 responses to “Pacar vs. Mantan

  1. Like this very much! Jangankan pacaran, kita temenan pun pasti gara-gara tuh temen itu ada manfaatnya buat kita. Apalagi pacaran… Pasti pengen yang terbaik lah, cuma emang salah kalau dibanding-bandingin sama mantan. Kita aja ga suka, masa mau ngebandingin juga?

    Salam kenal.. 🙂

Pesan dan Kesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s