Separate Ways

Kita terdiam…

“Kamu ngomong dong.”

“Kenapa ga kamu aja yang ngomong?” ku mulai memainkan hapeku.

Kembali terdiam…

“Kamu kan biasanya rame, kok sekarang malah jadi gagu gitu?” dia makin tidak sabar.

“Apakah salah kalau saat ini aku hanya ingin diam, berdiri di sini, menatapmu, mengagumimu?” hape kumasukkan ke saku.

“Sekarang katakan, mau kamu apa?” terlihat dia menahan air mata.

“Aku hanya ingin memastikan apa yang kita miliki nyata.”

Matanya memerah, “percayalah itu semua nyata adanya.”

“Walau sesaat?” tanyaku lembut.

Diapun mengangguk.

We will never be the same

Lagi, dia mengangguk

“Maaf, aku harus kembali” dia berbalik.

Dengan anggun, berjalan…menuju pernikahannya.

Advertisements

4 responses to “Separate Ways

Pesan dan Kesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s