Gw vs. India

Dulu waktu kerja di warnet kecil di sebuah tempat terpencil di pinggiran Bandung (entah sejak kapan Jatinagor dibilang pinggir Bandung.) berbagai situasi, keadaan dan kejadian sudah gw alamin. Salah satu kejadian yang terpatri di otak gw adalah salah satu malam yang sepi, kalo ga salah sekitar jam 10 malam, datang 3 orang India, 1 laki 2 perempuan, gw ngecek keluar apa ada sapi yang juga mereka bawa.

Yang cowok mendekati gw yang duduk di kursi operator, perawakan tinggi besar dan hitam, saat itu gw mendapati ada orang yg lebih hitam daripada gw. Dengan suara berat dia bilang, “ada yang kosong?” logat India yang kental terdengar dari omongannya.

Gw terdiam sesaat, ketika ingin menjawab, cowok tadi berbalik dan bertanya kepada teman ceweknya, “want some? Want some?” kedua cewek tadi mengangguk dengan cepat. Dia kembali menghadap ke arah gw.

“threesome.” Wtf?!

Pengen bilang, “sorry dude, our cubicle doesn’t fit the three of you; get a room in the motel next door.” Tapi begitu gw liat betapa besar mahluk mirip jin tomang ini (belon pernah liat sih wujud jin tomang) gw mengurungkan niat gw tadi.

Akhirnya gw kasih mereka tempat yg agak berjauhan, 2 cewek tadi di pojok kanan warnet, yg cowok (maunya) gw taro di kuburan.

Now, the show is begun. Continue reading