Hujan Perpisahan

Derasnya hujan makin terasa, tubuh kami sudah basah kuyup karena terlalu lama berdiri di tempat terbuka. Tak ada seorangpun dari kami yang bergerak, hanya tutur kata yang beradu di udara.

“kamu mengerti kan maksudku?”

“iya, semua ini memang harus terjadi.”

“kamu tidak marah?”

“kenapa aku harus marah?” Senyum merekah dari bibirnya.

“kamu tahu aku mencintaimu…tulus.”

“iya, sinar matamu tidak berbohong. Aku juga mencintaimu.”

Kilat saling bersahutan, aku tidak peduli jika tersambar…mungkin lebih baik seperti itu.

“aku sangat menyesal dengan apa yang akan terjadi.” Hujan menyembunyikan air mataku.

“jangan menyalahkan dirimu sendiri, do what you must do.”

I love you.” …DOR!