“Tissue, Kang?”

Image

Itu adalah kata-kata yang pertama keluar dari mulutnya…seorang bocah, wajahnya kotor dan ada luka di pipi kirinya, dengan pakaian lusuh membawa keranjang plastik biru muda berisikan 5 pack tissue.

Siang tadi gw sedang berada di Kantor Pajak, entah kenapa gw di sana tapi karena kantor gw yang nyuruh…so there I was.Hujan sedari siang mengguyur kota Bandung. Seinget gw ramalan cuaca mengatakan kemarin itu akan cerah. Bukti kalau kita tidak boleh percaya ramalan dan yang ngeramal harusnya dituntut dengan pasal penipuan.

Enough babbling…setelah hujan agak reda, gw memutuskan pacar gw untuk mengisi perut ini dengan semangkok batagor. Setelah mendaki gunung lewati lembah, gw nyebrang ke arah gerobak batagor (yang cukup terkenal di dekat BEC)

Pakaian sedikit basah tapi hati tetap kosong #ApaSihBangsat, gw duduk bersama pelanggan lain yang sedang menyantap dengan lahap batagor mereka sambil sesekali melihat ke arah gw dengan tatapan “ga boleh minta…beli sendiri gih!”

Tidak lama batagor gw dihidangkan, sedang syahdunya menikmati batagor dengan lantunan lagu dangdut koplok tiba-tiba muncul bocah penjual tissue yang seperti gw deskripsikan di atas. Dengan wajah lesu dan badan yang basah kuyup dia mulai menjajakan tissuenya dari satu meja ke meja yang lain. Pada akhirnya dia berhenti di depan gw. Dengan nada lirih dia bilang, “tissue, kang?”

Hanya perlu waktu beberapa detik sampai otak ini menyimpulkan bahwa bocah yang berdiri di depan gw ini adalah…laki-laki. Untuk beberapa saat dia hanya berdiri di depan gw tanpa bersuara sambil sesekali melihat ke arah lain, siapa tau ada pelanggan yang baru duduk dan belum dia tawarkan tissue dia tadi.

Sebenernya ga ada yang istimewa dari tissue dia, di toko manapun juga ada. (mungkin bukan di toko roti atau toko material)
Cuman gw penasaran aja dan bertanya, “berapa satunya?”

Raut wajahnya berubah sedikit ceria penuh harapan, “5 ribu, kang.”

“oh.” adalah satu-satunya kata yang keluar dari mulut gw. Gw tau di tempat lain cuma 3 ribuan.

Fokus bocah tadi akhirnya tertuju pada gw. Gw terdiam beberapa saat sampai ada satu kejadian yang menurut gw adalah cara Allah untuk membulatkan hati gw dengan apa yang sudah gw niatkan sejak bocah itu pertama kali muncul.

Ketika gw mau menyuap sepotong batagor entah kenapa batagor itu tiba-tiba terjatuh mengenai tangan kiri dan sedikit lengan jaket gw, ajaibnya mendarat dengan mulus kembali ke dalam mangkok. Tanpa gw sadari gw tertawa kecil dan bocah itu tersenyum sambil bicara, “jadi tissuenya, Kang?”

Masih tertawa, gw minta sang bocah untuk membukakan salah satu tissue yang dia jual. Gw raih tissue yang dia sodorkan dan melap bersih tangan gw. Gw kembali bertanya, “udah makan belon?”

Pelan, dia menggelengkan kepalanya. Gw minta dia untuk memilih makanan yang ada di sana, batagor, soto ayam madura, mie ayam, bayi kukus, dll.

Sang bocah berjalan mondar mandir tampak kebingungan dengan apa yang dia inginkan. Akhirnya gw yang pilih makanan untuk dia.

“batagor aja ya?”

Dia mengangguk.

Gw pesan satu porsi batagor dibungkus untuk dia bawa. Tidak lama pesanannya selesai dan gw minta dikasihin ke sang bocah.

Wajahnya tampak sumringah, sama seperti gw dulu waktu pertama kali nonton bokep.

Gw berikan uang 5 ribu untuk tissuenya tadi dan dia kembali berjalan menghadapi dunia yang keras untuk anak seumuran dia.

Sang bocah tidak lupa bilang, “makasih, om!”

Gw cuma, “WOY, KAMPRET…TADI KANG, SEKARANG OM!”

Sayangnya sang bocah tidak mau difoto, entah malu atau takut fotonya nanti dijual ke agency model terdekat.Jadi gw cuman bisa ngasih foto kenang-kenangan dari bocah tadi berupa satu pak tissue.

Percaya atau tidak, itu bagaimana anda menyikapinya. Tanya aja tukang batagor seberang BEC.

cc @aMrazing for #PeopleAroundUs

Advertisements

Pesan dan Kesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s