Ikhlaskan Cinta

“ada apa sih dengan kita?” itu pertanyaan yang pertama kali gw tanyakan ke dia.

“menurut kamu gimana?” answer a question with question…typical. Jari gw menari di atas meja mencoba berpikir sambil melihat dia yang tampak salting setiap saat gw menatap matanya.

Gw menghela napas dan berkata, “kita ada apa-apanya.” sambil tetap mempertahankan ekspresi datar, tapi gw tau mata ini tidak bisa bohong. Gw menatap dia penuh perasaan.

Dia tersenyum, “aku juga berpikir demikian.” tangannya saling mengatup, kepalanya tertunduk malu, gw tau dia tidak dapat menahan rona merah pada mukanya. Gw juga mencoba menahan untuk tidak tersenyum.

Banyak orang lalu lalang disekitar kami tapi kami tidak peduli. Back sound tempat ini mendukung suasana kami…Kahitna – Takkan Terganti. Gw benci back sound ini… Continue reading

Ride On Shooting Star

Let me tell you a story.

Once upon a time, there’s a man sitting on top a hill, gazing through the sky. Watching the clouds by day and stars by night.
He waited for something…something that can fill the emptiness in his heart.
He just sat there everyday without care.
The same spot, under a huge tree with thick branches and covering leafs.

One night, as he gaze to the stars. A shooting star passed him by. It was so close he can almost felt the warmth emitting from it.
Without second thought, he closed his eyes and made a wish that will change his life forever.
The wish was, “let me be with you.”

After he opened his eyes, he saw the shooting star decreased its velocity and in an instant change it course.

The man stood up, watching with a surprised look on his face. The shooting star gradually getting bigger. He then realized, its coming towards him with its blinding light.

He instantly cover his eyes while still trying to looked at it. The star was getting closer and closer. Its light getting brighter and brighter. The next thing he know, it reached him. Covering his body with a gentle warm light.
He felt only excitement and joy radiating from it, he felt that finally he’s at peace.

Few days later, people from the town searched for the man who used to sit under the big tree on top of the hill.
There’s no news the man had gone back to town.

Little did they know. The man left a message on the tree, carved neatly near the root, “gaze the night cause I ride on shooting star.”

Malam Minggu

Keramaian terlihat dari sudut mana pun, ada yang pacaran, hang out bareng temen, makan malam keluarga, pelancong dari luar kota, pengamen dadakan. SUMPEK AMAAAAT!!!

Gw paling ga suka keramaian, bising, bikin pusing. Orang-orang lalu lalang peduli dengan urusannya masing-masing. Taman ini juga tidak luput dari kerumunan manusia.

Kalau malam ini ga harus lembur, gw udah selonjoran di kasur sambil maen game. tapi kalau kerjaan ini ga gw ambil, rekening kosong.

Ini orang fotonya ga bisa lebih jelas apa? Data-datanya pun minim.

*tidak lama kemudian*

Ah, sasaran terlihat…bidik, daaaan yak tepat di kepala.

haaah, gw paling benci kerja di malam minggu!!!

Clint Fragrance

Kulihat matahari sudah berada di atas kepala, padang pasir dengan bukit berbatu bukanlah yang aku harapkan ketika bergabung untuk pekerjaan ini, tapi apa boleh buat…tuntutan karir. Aku merogoh saku rompiku dan mengeluarkan sebuah communicator. Jam 13.00 diperkirakan satelit berada dalam jangkauan. Kuulik communicator yang mulai kotor diselimuti debu dan pasir sampai menemukan menu instant messenger. Dengan auto log in aku otomatis tersambung, segera aku scroll ke bawah sampai menemukan ID fragrance. Setelah kutemukan aku pilih menu chat,

Clint : “hey”

…….

Untuk beberapa saat kutunggu namun tampak tidak ada balasan. Hilang kesabaran kumasukkan kembali communicator ke dalam sakuku sampai sebuah getaran halus menghentikan gerakanku. Dia membalas.

Continue reading

Hujan Perpisahan

Derasnya hujan makin terasa, tubuh kami sudah basah kuyup karena terlalu lama berdiri di tempat terbuka. Tak ada seorangpun dari kami yang bergerak, hanya tutur kata yang beradu di udara.

“kamu mengerti kan maksudku?”

“iya, semua ini memang harus terjadi.”

“kamu tidak marah?”

“kenapa aku harus marah?” Senyum merekah dari bibirnya.

“kamu tahu aku mencintaimu…tulus.”

“iya, sinar matamu tidak berbohong. Aku juga mencintaimu.”

Kilat saling bersahutan, aku tidak peduli jika tersambar…mungkin lebih baik seperti itu.

“aku sangat menyesal dengan apa yang akan terjadi.” Hujan menyembunyikan air mataku.

“jangan menyalahkan dirimu sendiri, do what you must do.”

I love you.” …DOR!

Aku dan Kapten

“Status awak?”

“Semua berhasil menyelamatkan diri, Kapten.” Sang kapten meminum segelas teh Earl Grey. Dengan wajah gelisah dia melihat ke panel kontrol.

“Kondisi mesin?”

“Semua dalam kondisi prima, tetapi lambung kapal hanya akan bertahan kurang dari 3 menit,” jelasku.

“Tetap dalam kecepatan berbalik maksimal, kita harus tetap berusaha sampai akhir.”

Sang kapten melihat ke sekeliling interior anjungan. Dia merasa sangat bertanggungjawab dengan apa yang terjadi. Tangannya halus menyentuh sandaran kursi kapten.

“Kapten, merupakan satu kehormatan mengabdi untuk anda.”

“Hmmm, terima kasih, aku pun demikian AI.” Matanya menatap monitor utama yang menampilkan pemandangan Black Hole kian mendekat.

Anda seorang pemberani Kapten.

I don't want to be in that kinda position 😐

Target Tersayang

Salah asuh ni ucing 😄

Arah angin berpihak kepadaku malam ini dan jarak pandang sama sekali tidak terganggu. Dari atas gedung ini semua tampak kecil, namun ku dapat melihat targetku. Saatnya melapor, “masuk pusat, target ditemukan.”

“laksanakan.”

“ada saksi, aku ulangi, ada saksi dekat target.” Sebutir keringat meluncur dari kepalaku.

“tidak ada saksi.”

Ku terdiam sesaat, “dimengerti.” Hati ini sudah mantap.

Merakit ‘Thomas’ adalah perkara mudah sambil ku mengingat apa yang istriku masak untuk hari ini. Bagaimana anakku di sekolah tadi. ‘Thomas‘ selesai dirakit kemudian ku ambil posisi.

Tidak butuh lama untuk mengunci target dan, DORDOR.

Target dimusnahkan.

Selamat tinggal anak istriku, aku segera menyusul….DOR.