Ikhlaskan Cinta

“ada apa sih dengan kita?” itu pertanyaan yang pertama kali gw tanyakan ke dia.

“menurut kamu gimana?” answer a question with question…typical. Jari gw menari di atas meja mencoba berpikir sambil melihat dia yang tampak salting setiap saat gw menatap matanya.

Gw menghela napas dan berkata, “kita ada apa-apanya.” sambil tetap mempertahankan ekspresi datar, tapi gw tau mata ini tidak bisa bohong. Gw menatap dia penuh perasaan.

Dia tersenyum, “aku juga berpikir demikian.” tangannya saling mengatup, kepalanya tertunduk malu, gw tau dia tidak dapat menahan rona merah pada mukanya. Gw juga mencoba menahan untuk tidak tersenyum.

Banyak orang lalu lalang disekitar kami tapi kami tidak peduli. Back sound tempat ini mendukung suasana kami…Kahitna – Takkan Terganti. Gw benci back sound ini… Continue reading

Gw vs Dia

Hari itu panas seperti hari lainnya, klo ga inget ada kuliah gw dah milih langsung berenang di empang. Kampus saat itu sedang rusuh karena pemilu. Banyak orang berlarian kesana kemari ga tau ngapain, untung gw golput.  Nyalain sebatang rokok dan gw mendengar suara dia dari arah belakang, *oh syit*

“Nah ya, ngerokok lagi!”

Here she comes, tubuh mungil, mata sipit pake kacamata, rambut panjang terurai dengan polem, kulit putih dan bibir lagi manyun.

Continue reading

Petik Bunga

Stormtrooper sih galau...

Dia mencintaiku, dia tidak mencintaiku, dia mencintaiku, dia tidak mencintaiku, dia mencintaiku, dia tidak mencintaiku, dia mencintaiku, dia tidak mencintaiku, dia mencintaiku, dia tidak mencintaiku, dia mencintaiku, dia tidak mencintaiku, dia mencintaiku, dia tidak mencintaiku, dia mencintaiku, dia tidak mencintaiku, dia mencintaiku, dia tidak mencintaiku, dia mencintaiku, dia tidak mencintaiku, dia mencintaiku, dia tidak mencintaiku, dia mencintaiku, dia tidak mencintaiku, dia mencintaiku, dia tidak mencintaiku, dia mencintaiku, dia tidak mencintaiku, dia mencintaiku, dia tidak mencintaiku, dia mencintaiku, dia tidak mencintaiku, dia mencintaiku, dia tidak mencintaiku, dia mencintaiku, dia tidak mencintaiku, dia mencintaiku, dia tidak…tenang, masih banyak kok bunga untuk dipetik.

Fantasy Ballroom

Once inside,

There you are.

My fantasy girl, the one I could only dream of.

Standing there surrounded by men who adore you, talking and laughing in a lovely manner.

Your beauty stand out so much, anyone can spot you in an instant.

You’re just too far out of my reach, a man like me who could only stand in this tiny little bar, thinking how pathetic he is, drinking alone.

The music start but I can only stare the wine inside my glass, when suddenly you’re standing next to me and ask me to dance.

It’s a fantasy no more

Space Requiem

I’ll take u in my space ship
Soaring to the endless sky
Pass the moon n beyond
Watching the stars sparkling one at a time
Touch the nebula as we dance through the void
Missing the earth as the one brought us together
Evade the black hole as if its going to steal our love
Flying beside a comet just to catch the breeze
Pass a star just to warm our hearts
Straight to the center of the galaxy for what you are for me
To boldly go when no heart ever gone before

A little though….t

Baru terasa akhir-akhir ini…sesuatu yang beda dari dirinya yang udah buat gw jadi termenung, banyak hal yang udah gw renungi tetapi dia telah masuk daftar renungan gw

Entah dah berapa lama ga ketemu tapi semenjak “itu” there’s something click with in me, i don’t know how to describe it.

Kita ga pernah temenan baik, i hardly know her, jujur…selama ini she’s been a pain every time i met her but she wrote something that made me realized what i trully feel.

Cuma bisa ngeliat dia dari jauh dan memperhatikan dia dikerubungi oleh banyak fan-boy lelaki. gw cuma bisa geleng-geleng dan tidak pernah berharap apa-apa.

Just a little thought, kalau siapa yang dia maksud sama dengan apa yang gw rasa…then i will add a touch of heart

…but, who knew

…who knew~

Logika dan Hati

Kita manusia yang diciptakan sempurna oleh Allah SWT, diberikan akal pikiran dan diberikan perasaan, perbedaan yang sangat mencolok dari mahluk lainnya adalah; logika yang berasal dari otak mengendalikan segala tindakan, bicara, maupun sikap kita yang bersifat rasional. for the sake to make sense. Sedangkan perasaan yang ada di hati ini mengendalikan insting dasar yang dimiliki manusia, for the sake of making illusion, thats my opinion anyway…but sometimes i feel that its all came from our mind.

Ada hikmah yang bisa gw petik dari pengalaman hidup gw tentang logika dan hati, recently my life is a big pile of mess and led to a turning point in my life…now, i enjoyed it 😀

Gw sadari jika logika dan hati tidak sejalan, apapun yang engkau kerjakan akan menjadi sia-sia…ga ada maknanya…WORTHLESS.

Pada beberapa minggu lalu…no, selama satu tahun kemarin hati telah mengambil jalan hidup gw…kembali mengalami ilusi yang selama ini gw remehkan keberadaannya dan terbuai di dalamnya. Tanpa mengindahkan apa yang logika gw katakan…teriakkan ke dalam otak kecil gw, hati benar-benar telah mengambil alih segalanya.Dengan hati lo bisa jadi orang tertolol di dunia dan tidak sadar apa yang kau lakukan, despite apa yang dunia katakan ke elo.

Continue reading