Target Tersayang

Salah asuh ni ucing 😄

Arah angin berpihak kepadaku malam ini dan jarak pandang sama sekali tidak terganggu. Dari atas gedung ini semua tampak kecil, namun ku dapat melihat targetku. Saatnya melapor, “masuk pusat, target ditemukan.”

“laksanakan.”

“ada saksi, aku ulangi, ada saksi dekat target.” Sebutir keringat meluncur dari kepalaku.

“tidak ada saksi.”

Ku terdiam sesaat, “dimengerti.” Hati ini sudah mantap.

Merakit ‘Thomas’ adalah perkara mudah sambil ku mengingat apa yang istriku masak untuk hari ini. Bagaimana anakku di sekolah tadi. ‘Thomas‘ selesai dirakit kemudian ku ambil posisi.

Tidak butuh lama untuk mengunci target dan, DORDOR.

Target dimusnahkan.

Selamat tinggal anak istriku, aku segera menyusul….DOR.